INDONESIA SUDAH MEMILIKI PUSAT KAJIAN HADITS TERLENGKAP

Nur Mursidi   | Rabu, 06 Juni 2012, 11:00 WIB

 

Setelah Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab mendirikan Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ), Dr H. Lutfi Fathullah MA  merasa kurang lengkap kalau di Indonesia yang pemeluk Islam-nya terbesar di dunia ini tidak memiliki pusat studi hadits. Keprihatinan itulah yang memicu Pusat Kajian Hadits (PKH) ini didirikan.

Berada di bawah naungan Al-Mughni Islamic Center, Pusat Kajian Hadits (PKH) ini diresmikan pada 17 Mei 2008 lalu oleh sejumlah ulama Betawi dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.  Selain dimaksudkan sebagai sarana untuk berkhidmat pada sunnah Nabi, juga untuk memasyarakatkan hadits. Maka, lembaga ini lebih mengkhususkan mengkaji hadits dan seluk beluk ilmu hadits.

Untuk menunjang misi itu, lembaga yang dimotori oleh Ustadz Lutfi ini membuka perpustakaan hadits yang bisa dibilang terlengkap se-Indonesia plus dengan website haditsonline yang memiliki content rubrik-rubrik antara lain; kajian hadits dan informasi hadits. Tidak ketinggalan info seputar buku-buku baru terkait hadits, kajian tesis dan disertasi seputar hadits.

Kenapa diberi nama Pusat Kajian Hadits? Menurut Dr Lutfi, “Karena kita tidak bisa ingkar hadits. Maka, harus ada Pusat Kajian Hadits. Dr. Quraish Shihab mendirikan Pusat Studi al-Qur`an karena beliau memang konsentrasi dalam disiplin ilmu al-Qur`an. Sedang saya ini lebih menguasai disiplin ilmu hadits di banding disiplin ilmu yang lain, maka saya dirikan Pusat Kajian Hadits. Jadi, agar seimbang. Artinya, ada Pusat Studi al-Qur`an dan ada Pusat Kajian Hadit,” ujarnya.

Perpustakaan Pusat Kajian Hadits kini memiliki koleksi kitab hadits terlengkap di Indonesia. Tak kurang 500 kitab hadits tertata rapi di rak buku perpustakaan Pusat Kajian Hadits. “Setiap tahun kita tetap menambah koleksi kitab-kitab hadits. Sekarang ini koleksi hadits berbahasa Arab, tidak kurang 500. Untuk bahasa Indonesia tak kurang 50 hadits. Tetapi di sini tidak ada Shahih Bukhari versibahasa Indonesia. Karena dananya kurang, jadi belum ada. Tapi yang bahasa Arabnya ada,”  jelas lulusan S2 dari Jordan University. 

Koleksi kitab hadits yang kini terkumpul di Pusat Kajian Hadits selain dihimpun dari koleksi kitab Dr Lutfi selama bertahun-tahun, juga sebagian merupakan hasil sumbangan murid-murid Dr Lutfi yang kuliah di Universitas al-Azhar dan jamaah haji dan umrah Dian Nusa Indah yang sewaktu pergi haji atau umrah menyumbangkan kitab. Dengan koleksi kitab hadits terlengkap se-Indonesia itu, tidak mustahil jika tak sedikit mahasiswa S1, S2 dan S3 dari berbagai kampus di Indonesia yang kini sudah memanfaatkan fasilitas Pusat Kajian Hadits.

 

 

 

Artikel Terkait :
 
 
 
 
 
Konsultasi 
Konsultasi Fiqih
KH. Alie Yafie
Konsultasi Keluarga Sakinah
Mamah Dedeh
Konsultasi Zikir
Muhammad Arifin Ilham

FB Recommendation


 
 
Home > dakwah > syiar